Jumat, 20 Juli 2012

laporan pembuatan tahu di desa sampeantaba

KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT Yang telah memberikan kesehatan serta kesempatan sehingga saya dapat menyelesaikan laporan ini meksipun belum terlalu sempurna.
Saya juga mengharapkan kritik/saran yang bersifat membangun dari ibu Adlian S.P selaku guru mata pelajaran kompetensi kejuruan (DKK) untuk kesempurnaan penyusunan laporan ini dan  juga terima kasih atas arahan dan bimbingannya, karena tanpa beliau penyusunan laporan ini tidak akan terselesaikan.
        Saya menyadari bahwa laporan ini masih memiliki banyak kekurangan, untuk itu kritik dan saran yang konstruktif sangat diharapkan dari para pembaca.
Akhir kata, Saya mengucapkan terima kasih kepada pembaca yang telah meluangkan waktunya untuk membaca Laporan ini. Semoga dengan adanya Laporan ini dapat memperluas wawasan kita semua.


Ambunu , 31 Mei 2012



Penyusun






DAFTAR ISI

Kata Pengantar.................................................................................i
Daftar Isi..........................................................................................ii
Bab I         Pendahuluan
1.1        Latar Belakang............................................................1
1.2    Rumusan masalah.......................................................3
1.3    Tujuan penulisan.........................................................3
1.4    Sasaran penulisan.......................................................3
1.5    Manfaat  penulisan......................................................4
1.6    Tinjauan Pustaka.........................................................4
Bab II        Teknik Pelaksanaan
2.1    Tempat dan Waktu Pelaksanaan....................................5
2.2    Alat dan Bahan Yang Digunakan...................................5
2.3    Metode Pelaksanaan....................................................5
2.4    Variabel Pengamatan...................................................5
Bab III      Hasil dan Pembahasan
                   3.1    Proses Produksi  Tahu..................................................6     
                3.2    Hasil..........................................................................7
Bab IV       Penutup
4.1 kesimpulan...................................................................8
4.2 Saran...........................................................................8
Daftar Pustaka..................................................................................9

 BAB I
PENDAHULUAN
1.1    LATAR BELAKANG
Tahu merupakan salah satu bahan makanan pokok di negeri ini, yang termasuk dalam makanan 4 (empat) sehat 5 (lima) sempurna. Tahu juga merupakan makanan yang mengandung sangat banyak gizi dan cukup mudah untuk diproduksi.Untuk memproduksi tahu bahan-bahan yang dibutuhkan hanya berupa kacang kedelai. Tidak heran jika saat ini kita dapat menemukan banyak sekali pabrik pembuatan tahu, baik dalam bentuk usaha kecil dan usaha menengah yang masih menggunakan cara konvensional ataupun usaha-usaha yang sudah cukup sukses dengan cara pembuatan yang lebih modern.
Lokasi Pabrik pembuatan tahu yang kami pilih terletak di daerah Kabupaten morowali Kecamatan Witaponda Desa Sampeantaba.Pabrik ini merupakan pabrik pembuatan tahu yang masuk dalam kategori usaha kecil dan menegah (UKM). Cara pembuatan tahu-pun masih dengan cara konvensional sehingga peran individu atau dalam hal ini para pekerja sangatlah besar didalam proses pembuatannya.
Pabrik yang berdiri sejak tahun 1983 ini didirikan oleh Bapak H. Lani.Pabrik pembuatannyapun dibangun dalam kompleks rumahnya sendiri, dan masih bertahan sampai hari ini. Proses pembuatan tahu ini berlangsung di sebuah ruang berukuran kurang lebih 10 m x 7 m. Dan didalam ruang ini  proses produksi tahu berlangsung secara konstan. Didalamnya terdapat 5 pekerja dengan pembagian tugas masing-masing. Ada yang bertugas menggiling, menguapi, dan menyaring (2 orang). Ada yang bertugas untuk mencetak (1 orang). Ada yang bertugas untuk mengaturnya dalam kaleng-kaleng besar sebelum akhirnya direbus (2 orang).Di dalam ruangan tersebut peralatan yang digunakan dapat dibilang sederhana.
Selain itu di dalam ruangan juga terdapat 1 mesin penggiling. Jumlah mesin penggiling yang hanya satu-satunya inilah yang menurut kami menjaga kontinuitas dari proses produksi tahu. Selain itu juga terdapat 1 buah sumur sebagai tempat penampungan air.Lalu ada 1 wadah logam yang berukuran besar yang digunakan untuk menguapkan tahu.Ada 1 cetakan dari kayu untuk mencetak tahu, dan 10 alat pengukur tahu yang terbuat dari kayu yang masing-masing memiliki ukuran berbeda-beda sesuai dengan permintaan pelanggan yang memesan tahu.Serta rak-rak dari kayu untuk menampung tahu-tahu yang sudah tercetak.
Pabrik ini dibangun oleh pak Rosiono bersama keluarga. Dan merupakan suatu usaha yang dirintis sejak ia masih muda. Saat ini pendapatan bersih yang dikumpulkan perhari dapat mencapai lebih dari Rp. 350.000,-. Jadi dapat dikatakan bahwa pembuatan tahu ini merupakan bisnis yang menjanjikan.
Dalam sehari pak Rosiono membutuhkan 3 kuintal kacang kedelai untuk memenuhi kuota produksi mereka.Kacang kedelai ini didapat dari para pemasok yang memang sudah menjadi kepercayaan pak Rosiono karena menurutnya, para pemasok ini memberikan kacang kedelai dengan kualitas yang cukup bagus dengan harga yang pantas-tidak dimahalkan.
Selanjutnya tentu kacang kedelai tersebut  akan diproses oleh para pekerjanya menjadi tahu. Dari 3 kuintal kg kacang kedelai yang ada, nantinya akan diubah menjadi ± 210 cetak tahu. Masing-masing cetakan tahu tersebut biasanya dijual dengan harga Rp. 20.000,- hingga Rp. 24.000,-.
Secara kasar dapat dihitung pendapatan pak Rosiono adalah Rp. 2.800.000 ,- dengan omzet inilah bisnis tahu ini dibangun dan terus dipertahankan. Namun tentu saja tidak semua tahu akan laku di pasar. Pasar terbesar dari produk tahu di Sampeantaba ini menurut pak Rosiono adalah produk tahu.Masing-masing dari mereka biasanya memesan hingga 300 bungkus tahu setiap hari.
Begitulah pabrik tahu milik Pak H. Lani terus berdiri hingga saat ini.Dengan modal yang tidak terlalu besar dia bisa memperoleh omzet yang lebih dari cukup untuk menghidupi keluarganya sendiri .
Maka dapat disimpulkan bahwa produksi tahu ini merupakan suatu bisnis yang menjanjikan.Menyerap tenaga kerja.Dan jarang sekali mengalami kerugian karena besarnya pasar yang ada di Indonesia.
1.2    RUMUSAN MASALAH
            Untuk menjaga keseimbangan konsep yang akan kami bahas selanjutnya maka kami menyertakan rumusan masalah yang terkait dengan isi dari laporan kami ini, yaitu tentang “Bagaimanakah proses pembuatan tahu secara konvensional?”
1.3    TUJUAN PENULISAN
            Tujuan penulisan laporan ini secara umum adalah untuk memberitahukan kepada para pembaca tentang proses pembuatan tahu secara konvensional dan beberapa informasi penting lainnya seperti omzet yang didapat.
            Sedangkan tujuan khusus dari pembuatan laporan ini adalah untuk memenuhi tugas praktek dari ibu Adlian selaku guru mata pelajaran kompetensi kejuruan Agrobisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).
1.4    SASARAN PENULISAN
            Laporan ini dibuat untuk menambah wawasan siswa-siswi SMKN 2 Bungku Barat tentang bagaimana proses pembuatan tahu.Namun tidak menutup kemungkinan bagi orang-orang diluar SMKN 2 Bungku Barat untuk ikut membacanya.



1.5    MANFAAT  PENULISAN
Manfaat dari penulisan laporan ini adalah:
1.  Agar pembaca dapat mengetahui proses pembuatan tahu secara konvensional.
2.  Agar pembaca memiliki konsep yang jelas mengenai bisnis tahu.
3.  Agar bisa menjadi inspirasi bagi para pembaca.
1.6    TINJAUAN PUSTAKA
Tahu banyak dikonsumsi di Indonesia, tetapi sekarang telah mendunia. Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah menggunakan tahu sebagai pengganti daging. Akibatnya sekarang tahu diproduksi di banyak tempat di dunia, tidak hanya di Indonesia. Berbagai penelitian di sejumlah negara, seperti Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat.
Tahu kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Berbagai macam kandungan dalam tahu mempunyai nilai obat, seperti antibiotika untuk menyembuhkan infeksi dan antioksidan pencegah penyakit degenerative (aterosklerosis, jantung koroner, diabetes melitus, kanker, dan lain-lain). Selain itu tahu juga mengandung zat antibakteri penyebab diare, penurun kolesterol darah, pencegah penyakit jantung, hipertensi, dan lain-lain.
Komposisi gizi tahu baik kadar protein, lemak, dan karbohidratnya tidak banyak berubah dibandingkan dengan kedelai. Namun, karena adanya enzim pencernaan yang dihasilkan oleh kapang tahu, maka protein, lemak, dan karbohidrat pada tahu menjadi lebih mudah dicerna di dalam tubuh dibandingkan yang terdapat dalam kedelai. Oleh karena itu, tahu sangat baik untuk diberikan kepada segala kelompok umur (dari bayi hingga lansia), sehingga bisa disebut sebagai makanan semua umur.
Sepotong tahu goreng (50 gram) sudah cukup untuk meningkatkan mutu gizi 200 g nasi. Bahan makanan campuran beras-tahu, jagung-tahu, gaplek-tahu, dalam perbandingan 7:3, sudah cukup baik untuk diberikan kepada anak balita.


BAB II
TEKNIK PELAKSANAAN
2.1.Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Tempat pelaksanaan praktek ini dilaksanakan di Kabupaten morowali Kecamatan Witaponda Desa Sampeantaba, Waktu pelaksanaan praktek yakni selama 2 ( dua ) hari, yakni mulai tanggal 20 Februari sampai 21 Februari 2012, kurang lebih sekitar pukul 01.30 WITA sampai dengan selesai.
2.2. Alat dan Bahan Yang Digunakan
1.   Alat Tulis dan buku
2.   Kamera sebagai alat dokumentasi
3.   Alat dan bahan untuk membuat tahu
2.3. Metode Pelaksanaan
Metode yang digunakan dalam praktek ini ialah metode observasi yakni pengamatan secara langsung bagaimana cara pembuatan tahu secara konvesional yang di bimbing langsung oleh bapak Rosiono di dalam pabrik pembuatan tahu.
2.4. Variabel Pengamatan
Variabel yang diamati yakni bagaimana proses pembuatan tahu dari bahan bakunya kedelai sampai menjadi tahu yang siap untuk di konsumsi oleh masyarakat.








BAB III
PROSES  PRODUKSI
3.1    PROSES PRODUKSI  TAHU

Bahan membuat tahu :
- Kacang kedelai (sesuai kebutuhan saja) biasanya cukup 3 kg (utk keluarga    kecil)
- Vinegar (cuka) warna putih
- Kain Belacu (kain bekas karung tepung)
Cara Membuat Tahu :
1.   Bersihkan kedelai dan kemudian buang yg sudah layu/kisut, kalau bisa pilihlah yg bijinya besar.
2.   Cuci bersih kedelai lalu rendam dalam air banyak (sampai kedelai tenggelam) selama 6 jam.
3.   Setelah itu cuci kedelai terus menerus selama setengah jam. Cara Membuat Tahu Lalu bagi-bagi kedelai sesuai dgn kapasitas mesin penggiling dan letakkan didalam wadah bambo atau plastic.
4.   Kedelai digiling sampai halus menggunakan mesin.
5.   Ampas kedelai langsung direbus secepatnya selama 15-20 menit dalam wajan yg besar untuk mendapatkan hasil tahu yg bagus/tdk keras.
6.   Adonan ampas kedelai yg sudah direbus tadi langsung dituang kedalam kain belacu (yg sudah disiapkan sebelumnya diatas wadah besar dr clay atau plastic dan diikat kuat agar saat menuang adonan rebusan kain tdk jatuh kedalam wadah dan kain juga harus kuat menahan berat adonan).
7.   Cara Membuat Tahu dengan diaduk-aduk/goyang-goyang adonan terus menerus hingga sari kedelai jatuh kebawah dan adonan tadi cukup kering.
8.   Lalu peras ampas kedelai dgn menggunakan air panas, cara membuat tahu dan lakukan berulang ulang hingga tidak ada sari lagi yg tersisa diampas kedelai.
9.   Air saringan yg tertampung biasanya warna kuning atau putih lalu dicampur dgn asam cuka agar menggumpal, aduk sampai rata, asam cuka bisa digantikan dgn air kelapa atau sulfat kapur.
10. Gumpalan2 tahu yg mulai mengendap dituangkan dalam kotak berukuran 30×20 cm2 dan dialasi kain belacu.
11. Adonan tahu kotak dikempa selama beberapa saat agar air yg masih tercampur dalam adonan tadi habis.
12. Bila adonan itu sudah jadi, sudah dpt dipotong potong dan simpan dikulkas, dan siap diolah setiap saat.
13. Selesailah Cara Membuat Tahu
3.2     Hasil
          Setelah proses produksi di atas telah dilakukan, tahu yang telah jadi bisa langsung diproses untuk menjadi bahan makanan sebagai lauk atau di jual kepada para konsumen yang sudah menjadi langganan bapak Rosiono.






















BAB III
PENUTUP
4.1    KESIMPULAN
1.  Mendukung konsep yang sudah disebutkan diatas bahwa pembuatan tahu tidak membutuhkan modal yang besar. Dan bahan dasarnya pun sangat sederhana serta mudah didapat.
2.  Bahwa pembuatan tahu memberikan omzet yang cukup besar. Dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai titik impas.
3. Untuk proses pembuatan tahu yang konvensional seperti ini dibutuhkan cukup banyak tenaga kerja, sehingga membuka lapangan pekerjaan.
4.2    SARAN
1. Agar kebersihan dari tempat usaha dapat lebih diperhatikan.
2. Agar pemerintah lebih memperhatikan UKM saperti ini karena selain beromzet, juga menyerap cukup banyak karyawan.
3. Agar jumlah pabrik tahu yang beroperasi secara modern dapat sedikit ditekan oleh pemerintah agar pabrik-pabrik konvensional seperti ini dapat terus berkembang dengan baik.











                                                                                                                        
DAFTAR PUSTAKA

Suwardji, Raden. Cara Pembuatan Tahu Konvensional. Yogyakarta: Penerbit Liberty, 1999.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar